Menurut Muhardi, uang tersebut terbuat dari tembaga abad ke-15 dan abad ke-16. Tembaga tersebut banyak tersimpan di sepanjang pesisir pantai Bengkulu. Museum Bengkulu telah menyimpan koleksi 30.500 keping mata uang yang sama.
Penemuan mata uang asing dari kerajaan Cina tersebut bermula kala salah seorang warga Pondok Kelapa menggali selokan air. Ia secara tak sengaja mencangkul satu buah guci berukuran setinggi hampir satu meter. Guci kemudian dibersihkan.
Belakangan diketahui, guci tersebut dibuat di Vietnam. Kesimpulan ini didasarkan pada tekstur dan motif guci itu. Rupanya di dalam guci terdapat mata uang asing seberat 40 kilogram. Hingga kini pihak museum Bengkulu masih meneliti lebih jauh keterkaitan penemuan satu guci berisi mata uang ini dengan kekaisaran Cina.
PHESI ESTER JILIKAWATI
Courtesy oF<<